Analisis Komparatif Performa Data Plane dan Ketahanan Packet Loss Rate Snort 3 dan Suricata 7 pada Lingkungan Kontainer Berbeban Trafik Volumetrik
Kata Kunci:
Wi-Fi, Quality of Service, Throughput, Delay, Packet LossAbstrak
Pergeseran arsitektur sistem keamanan jaringan menuju Network Function Virtualization (NFV) berbasis kontainer menuntut efisiensi pemrosesan paket data pada infrastruktur komputasi terbatas. Penelitian ini mengevaluasi secara empiris performa data plane dan packet loss rate Snort 3 dan Suricata 7 dalam lingkungan Docker di atas kernel Linux 6.8 (Ubuntu 24.04 LTS). Pengujian mengukur respons NIDS terhadap injeksi trafik DoS (UDP dan SYN Flood) dari dataset CIC-IDS2017 menggunakan tcpreplay. Isolasi core CPU AMD Ryzen 3 diterapkan via cpuset (cgroups v2) guna mengeliminasi overhead context switching. Hasilnya, pada laju 1000 Mbps (1 Gbps), Snort 3 dengan DAQ afpacket menghasilkan packet loss 5,00%, lebih rendah dibanding Suricata 7 (9,00%). Pada kondisi stress test (--topspeed), Snort 3 mencapai throughput puncak 212.156 PPS (1.650 Mbps) dengan packet loss 12,00%, sementara Suricata 7 mencatatkan 192.869 PPS (1.500 Mbps) dengan packet loss 20,00%. Hasil ini membuktikan bahwa arsitektur multi-threaded dan manajemen buffer Snort 3 lebih optimal untuk edge gateway berbasis kontainer pada perangkat keras kelas menengah.





